Home / Berita

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:54 WIB

Sekda Banjar Tekankan SKPD Wajib Percepat Respon Laporan Masyarakat

MARTAPURA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, menegaskan pentingnya kecepatan respon Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terhadap berbagai laporan masyarakat.

Penekanan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!), di Aula Putih Kantor Dinas PRKPLH Kabupaten Banjar, Martapura, Selasa (2/12/2025) pagi.

Yudi Andrea mengungkapkan adanya penurunan tingkat respon SKPD pada tahun ini. Karena itu, Rakor digelar untuk mengetahui penyebab menurunnya nilai responsivitas sekaligus merumuskan langkah perbaikan. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menghasilkan solusi konkret agar pengelolaan SP4N-LAPOR kembali optimal seperti tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Lantik 4 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati Banjar Harap Laksanakan Tugas Secara Maksimal

“Segala kekurangan atau permasalahan yang mengakibatkan turunnya nilai bisa diperbaiki dan diputuskan dalam rakor ini, sehingga penilaian dapat meningkat tahun depan,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar SKPD yang terlambat merespons laporan masyarakat diberikan sanksi. Menurutnya, kecepatan respon merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Ia mencontohkan laporan kerusakan jalan yang harus segera ditanggapi SKPD terkait, tidak hanya dengan perbaikan, tetapi juga komunikasi solutif kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar, HM Aidil Basith, menyampaikan bahwa beberapa SKPD sudah memberikan respon dengan baik. Ia mengingatkan bahwa batas maksimal waktu respon adalah tiga hingga lima hari, dan tidak boleh melebihi ketentuan.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Bahas KUA-PPAS 2026, Target Pendapatan Daerah Dipatok Rp2,27 Triliun

“Laporan dari masyarakat menunjukkan kepedulian mereka kepada pemerintah daerah, sehingga wajib kita tanggapi. Jangan sampai masyarakat menjadi apriori karena laporannya tidak direspons,” tegasnya.

Aidil Basith menjelaskan, hingga November 2025 terdapat 155 laporan masuk dengan kategori sedang, menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 700 laporan. Laporan terbanyak berasal dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan, terutama terkait infrastruktur, dengan respon yang dinilai baik.

Rakor ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Chairun Ni’mah, serta Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik DKISP Banjar, Noor Syawli Syahri.

Share :

Baca Juga

Berita

Dinas Kesehatan Banjar Luncurkan Batasbih Fukaha, Solusi Cepat Tepat Adukan Permasalahan Layanan Kesehatan

Berita

PONPES RMA TERIMA SANTRI BARU DENGAN BIAYA TERJANGKAU

Berita

8 Naga Siap Berlaga

Berita

Penyerahan Sertifikat Halal UPTD RPH dan Sertifikat Juru Sembelih Halal

Berita

Buka Pendidikan Dasar PKPNU Angkatan Kedua, Bupati Banjar Harap Kader NU Jalin Sinergitas Dan Kolaborasi Dengan Pemerintah Daerah

Berita

Kenaikan Tarif Jasa Publik PERUMDA TIidak Bisa Jadi Patokan Peningkatan Pelayanan

Berita

Pemkab Banjar Adakan Rakoor Desk Pilkada

Berita

DKISP Banjar Usulkan 10 Desa Pemenuhan Jaringan Internet